Lagi iseng ngecek gigi anak, tiba-tiba kamu lihat ada gigi baru muncul di belakang gigi susunya yang belum copot. Barisnya jadi dua, mirip gigi hiu. Panik? Wajar banget.
Kabar baiknya, gigi permanen tumbuh di belakang gigi susu cukup sering terjadi di masa pergantian gigi dan tidak selalu berarti ada masalah. Tapi ada beberapa hal yang perlu kamu tahu supaya bisa membedakan kapan cukup dipantau dan kapan sebaiknya diperiksa.
Normalnya, gigi permanen tumbuh tepat di bawah gigi susu dan perlahan menggerus akarnya. Akibatnya gigi susu jadi goyang dan lepas sendiri.
Nah, kadang gigi permanen tumbuh sedikit miring ke arah lidah dan tidak menekan akar gigi susu. Gigi susunya jadi bertahan, sementara gigi baru mencari jalan keluar sendiri dan muncul di belakangnya. Orang sering menyebutnya “shark teeth”, tapi itu istilah populer ya, bukan istilah medis.
Soal waktu, Cleveland Clinic menyebut gigi susu pertama umumnya mulai lepas sekitar usia 6 tahun dan yang terakhir sekitar usia 12 tahun, dengan waktu yang berbeda pada tiap anak. Kamu juga bisa lihat bagan perkiraan dari ADA sebagai gambaran, bukan patokan pasti.
Pada banyak anak, kondisi ini cuma sementara. Kalau gigi susu sudah goyang, biasanya lepas sendiri, lalu gigi permanen perlahan bergeser ke posisinya dibantu dorongan lidah dan pertumbuhan rahang.
Tapi hasilnya tidak selalu sama di setiap anak. Ada yang giginya tetap agak ke belakang atau berdesakan karena ruang di rahang terbatas. Makanya dokter gigi biasanya melihat beberapa hal sekaligus: posisi gigi permanen, kondisi akar gigi susu, dan ruang yang tersedia. Jadi, gigi yang berbaris dua belum tentu masalah, tapi juga belum cukup untuk disimpulkan sendiri dari rumah.
Kalau gigi susu goyang dan tidak sakit, boleh ajak anak menggoyangkannya pelan-pelan pakai lidah. Dokter gigi anak yang dikutip Cleveland Clinic memang menyarankan ini, ketimbang diikat benang lalu ditarik.
Jangan menarik paksa gigi yang masih kokoh. Selain bisa nyeri dan berdarah, pengalaman tidak enak itu bikin anak makin takut ke dokter gigi. Tetap sikat gigi dua kali sehari dengan pasta gigi berfluoride, dan perhatikan sela di antara dua barisan gigi itu karena sisa makanan gampang nyangkut di sana.
Penasaran soal gigi susu yang goyang tapi belum lepas? Kami bahas juga di artikel gigi susu goyang belum copot, dicabut atau ditunggu.
Pertimbangkan periksa kalau gigi susu terasa kokoh dan tidak ada tanda goyang sementara gigi permanen terus naik. Juga kalau anak mengeluh sakit, gusi bengkak, susah mengunyah, atau gigi itu pernah terbentur atau dirawat sebelumnya.
Tidak ada angka waktu yang berlaku untuk semua anak, jadi lebih baik bertanya daripada menebak-nebak. Dokter akan melihat posisi gigi dan, kalau perlu, menyarankan foto rontgen untuk melihat akar gigi susu dan posisi gigi permanen di bawahnya.
Ini yang paling bikin deg-degan. Jawaban jujurnya: pengalaman tiap anak berbeda. Rasa sakit, kenyamanan, dan hasilnya dipengaruhi banyak hal, seperti seberapa goyang giginya, kondisi akar, ada tidaknya infeksi, dan seberapa cemas anaknya. Jadi tidak ada yang bisa menjanjikan semuanya terasa sama.
Yang bisa dilakukan adalah menyesuaikan prosesnya. Dokter bisa mempertimbangkan anestesi lokal bila perlu, plus pendekatan ramah anak seperti penjelasan sederhana, mengenalkan alat dulu (tell-show-do), atau pengalihan perhatian. Dan tidak setiap kunjungan berakhir dengan pencabutan. Kadang gigi cukup dipantau dulu.
Di rumah, hindari bilang “tidak sakit kok”. Lebih baik bilang bahwa dokter akan lihat dulu giginya dan berusaha bikin anak senyaman mungkin.
Cukup sering terjadi di masa pergantian gigi dan tidak selalu berarti masalah. Tapi apakah cukup dipantau atau perlu tindakan, dokter gigi yang menilai setelah pemeriksaan karena kondisi tiap anak berbeda.
Tidak selalu. Kalau goyang, sering lepas sendiri. Kalau kokoh atau gigi permanen sudah cukup tinggi, dokter bisa mempertimbangkan pencabutan setelah memeriksa kondisinya.
Sebaiknya jangan memaksa gigi yang belum goyang. Anak boleh menggoyangkannya perlahan dengan lidah selama tidak sakit.
Pada banyak anak posisinya membaik, tapi tidak otomatis dan tidak sama pada setiap anak. Dokter bisa memantau perkembangannya.
Kalau masih bingung gigi anak cukup dipantau atau perlu ditangani, kamu bisa konsultasi dulu di GiO Dental Care. Dokter gigi akan memeriksa kondisinya dan menjelaskan pilihan yang sesuai, tanpa perlu langsung membayangkan tindakan tertentu. Untuk info lokasi cabang, jadwal dokter, atau reservasi, hubungi tim Customer Service lewat WhatsApp Berikut.
Blog Terbaru
Sering Minum Manis? Ini Dampaknya pada Gigi
Friday, 16 October 2026 - 10:07:55
Sedang Flu dan Gigi Ikut Sakit? Ini Penyebabnya
Wednesday, 14 October 2026 - 13:43:39
Mulut Kering Saat Cuaca Panas? Ini Dampaknya pada Gigi
Monday, 12 October 2026 - 13:29:10
Minum Kopi Setiap Hari, Bisa Membuat Gigi Kuning?
Friday, 09 October 2026 - 14:16:14
Gigi Susu Goyang Belum Copot, Dicabut atau Ditunggu?
Wednesday, 07 October 2026 - 16:09:01
Konsultasikan dengan
Ahli Kami yang Terpercaya
Admin GIO Dental siap membantu memilihkan atau menjelaskan semua keluhan dan masalah gigimu.
Kami hadir di lokasi strategis untuk memastikan akses mudah ke perawatan gigi terbaik. Temukan cabang klinik kami terdekat dan nikmati layanan profesional untuk senyum sehat Anda.