Gigi Susu Goyang Belum Copot, Dicabut atau Ditunggu?

Wednesday, 07 October 2026 - 16:09:01

Melihat gigi susu anak mulai goyang biasanya membuat orang tua senang sekaligus khawatir. Senang karena ini menandakan anak memasuki fase pergantian gigi, tetapi di sisi lain muncul pertanyaan: kalau gigi susu sudah goyang tetapi belum copot, lebih baik dicabut atau ditunggu saja?

Kekhawatiran lain biasanya muncul ketika anak mulai takut. Ada yang tidak mau giginya disentuh, takut berdarah, atau langsung membayangkan cabut gigi di dokter akan terasa sakit. Sebenarnya, tidak semua gigi susu yang goyang harus segera dicabut. Pada banyak kasus, gigi akan terlepas secara alami.

Namun, ada kondisi tertentu yang sebaiknya diperiksa dokter gigi untuk memastikan pertumbuhan gigi permanen tetap berjalan dengan baik.

Gigi Susu Goyang Belum Copot, Apakah Normal?

Umumnya, gigi susu mulai tanggal ketika akar gigi secara bertahap mengalami perubahan seiring perkembangan dan erupsi gigi permanen di bawahnya. Karena proses ini berlangsung bertahap, gigi bisa terasa sedikit goyang terlebih dahulu, kemudian semakin longgar hingga akhirnya terlepas.

Waktu pergantian setiap gigi juga tidak sama. Menurut panduan perkembangan gigi dari American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD), gigi seri bawah biasanya mulai tanggal sekitar usia 6–7 tahun, sedangkan beberapa gigi susu lain seperti taring dan geraham dapat bertahan hingga usia sekitar 9–13 tahun. 

Jadwal tersebut merupakan kisaran, sehingga perkembangan setiap anak dapat berbeda.  Karena itu, gigi susu goyang belum copot tidak selalu berarti ada masalah.

Lebih Baik Dicabut atau Ditunggu?

Kalau gigi sudah semakin goyang, tidak terasa sakit, dan tidak ada keluhan lain, dokter gigi mungkin menyarankan untuk menunggu proses alami. Anak juga dapat dibiarkan menggoyangkan giginya secara perlahan menggunakan lidah selama tidak menimbulkan rasa sakit atau perdarahan berlebihan.

Namun, keputusan untuk menunggu atau melakukan pencabutan tidak hanya ditentukan dari seberapa goyang giginya. Dokter juga dapat mempertimbangkan posisi gigi permanen, kondisi akar gigi susu, adanya kerusakan gigi, serta kondisi jaringan di sekitarnya.

AAPD menekankan pentingnya pemeriksaan perkembangan gigi pada masa mixed dentition, yaitu ketika gigi susu dan gigi permanen berada di mulut secara bersamaan. Pemeriksaan dapat membantu mendeteksi masalah pertumbuhan atau erupsi gigi lebih awal. 

Kapan Gigi Susu Perlu Diperiksa Dokter Gigi?

Tidak perlu panik hanya karena gigi belum copot. Namun, sebaiknya pertimbangkan pemeriksaan dokter gigi jika gigi susu tidak kunjung lepas sementara gigi permanen sudah terlihat tumbuh, terutama jika posisinya muncul di belakang atau di samping gigi susu.

Pemeriksaan juga dianjurkan apabila gigi terasa sakit, terdapat pembengkakan, kerusakan gigi cukup besar, terjadi trauma, atau anak kesulitan makan karena gigi yang terlalu goyang.

Pada kondisi tertentu, dokter mungkin perlu melakukan pemeriksaan klinis dan, bila memang diperlukan, pemeriksaan radiografi untuk melihat posisi gigi permanen dan akar gigi susu. AAPD menyebut radiografi dapat membantu dalam menilai hubungan akar gigi susu dengan gigi permanen yang sedang berkembang pada kasus tertentu. 

Apakah Cabut Gigi Susu Sakit?

Ini biasanya menjadi kekhawatiran terbesar anak dan orang tua.

Pengalaman saat pencabutan tidak dapat disamaratakan pada setiap anak. Tingkat kegoyangan gigi, kondisi akar, adanya infeksi, tingkat kecemasan anak, dan jenis tindakan yang diperlukan dapat memengaruhi pengalaman selama perawatan.

Jika pencabutan memang diperlukan, dokter gigi dapat mempertimbangkan penggunaan anestesi lokal sesuai kondisi dan kebutuhan pasien. Tujuannya adalah membantu mengontrol rasa sakit selama tindakan. AAPD menyebut penggunaan anestesi lokal pada pasien anak harus mempertimbangkan usia, berat badan, riwayat medis, perkembangan anak, dan prosedur yang akan dilakukan.

Selain pengelolaan rasa sakit, pendekatan dokter terhadap anak juga penting. Teknik seperti komunikasi yang sederhana, tell-show-do, distraksi, dan penguatan positif merupakan beberapa pendekatan yang digunakan dalam kedokteran gigi anak untuk membantu anak memahami proses perawatan dan mengelola kecemasannya.

Jadi, sebaiknya hindari menjanjikan kepada anak bahwa tindakan “pasti tidak sakit”. Lebih baik jelaskan bahwa dokter akan memeriksa kondisinya terlebih dahulu dan membantu membuat proses perawatan senyaman mungkin sesuai kebutuhannya.

Jangan Memaksa Gigi Copot di Rumah

Ketika melihat gigi sudah bergoyang, orang tua mungkin tergoda untuk langsung menariknya. Kalau gigi belum cukup longgar, menariknya secara paksa dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, perdarahan, serta membuat anak semakin takut dengan pengalaman terkait giginya.

Tidak perlu pula menggunakan metode seperti mengikat gigi dengan benang lalu menariknya tiba-tiba. Biarkan proses berlangsung secara alami apabila tidak ada indikasi masalah.

Jika ragu apakah giginya sudah waktunya lepas atau justru perlu bantuan dokter, pemeriksaan langsung merupakan pilihan yang lebih aman dibanding mencoba mencabutnya sendiri secara paksa.


FAQ tentang Gigi Susu Goyang

Apakah gigi susu yang goyang harus selalu dicabut?

Tidak. Banyak gigi susu akan semakin goyang dan akhirnya terlepas secara alami. Pencabutan biasanya dipertimbangkan berdasarkan kondisi gigi dan perkembangan gigi permanen.

Bagaimana jika gigi permanen sudah tumbuh tetapi gigi susu belum copot?

Sebaiknya periksakan ke dokter gigi. Dokter dapat menilai posisi kedua gigi dan menentukan apakah cukup dipantau atau gigi susu perlu mendapat tindakan.

Apakah cabut gigi susu membutuhkan anestesi?

Tergantung kondisi gigi dan tindakan yang dibutuhkan. Dokter akan menentukan metode pengelolaan rasa sakit berdasarkan kondisi serta kebutuhan masing-masing anak.

Berapa lama gigi susu goyang sampai akhirnya copot?

Tidak ada durasi yang sama untuk setiap anak. Ada gigi yang cepat terlepas, sementara gigi lainnya membutuhkan waktu lebih lama.

Kapan anak perlu dibawa ke dokter gigi?

Jika muncul nyeri, bengkak, kerusakan gigi, trauma, gigi permanen sudah tumbuh tetapi gigi susu belum lepas, atau orang tua merasa khawatir dengan proses pergantian gigi, pemeriksaan dokter gigi dapat membantu mengetahui kondisi sebenarnya.


Gigi Susu Belum Copot? Tidak Perlu Buru-Buru Panik

Gigi susu yang sudah goyang tetapi belum copot sering kali merupakan bagian dari proses pergantian gigi yang normal. Tidak semua kondisi membutuhkan pencabutan, dan keputusan perawatan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi gigi serta perkembangan gigi permanen anak.

Jika masih bingung apakah sebaiknya menunggu atau melakukan pencabutan, konsultasikan kondisi gigi anak terlebih dahulu di GiO Dental Care. Dokter gigi dapat melakukan pemeriksaan dan menjelaskan pilihan perawatan yang sesuai sehingga orang tua dapat mengambil keputusan dengan lebih tenang.

Untuk informasi dan reservasi, hubungi kami melalui WhatsApp Berikut.

 

Konsultasikan dengan

Ahli Kami yang Terpercaya

Admin GIO Dental siap membantu memilihkan atau menjelaskan semua keluhan dan masalah gigimu.

Lokasi Strategis

Dekat dengan Anda

Kami hadir di lokasi strategis untuk memastikan akses mudah ke perawatan gigi terbaik. Temukan cabang klinik kami terdekat dan nikmati layanan profesional untuk senyum sehat Anda.

  1. GiO Dental Care & Clinic BABARSARI
  2. GiO Dental Care & Clinic KALIURANG
  3. GiO Dental Care & Clinic GODEAN
  4. GiO Dental Care & Clinic SETURAN
  5. GiO Dental Care & Clinic AMBARUKMO
  6. GiO Dental Care & Clinic GEJAYAN
  7. GiO Dental Care & Clinic MONJALI
Yogyakarta (7)
Magelang (2)
Next
Semarang (1)
Jember (1)
Bali (3)