Jawabannya tidak selalu sama untuk setiap anak. Gigi anak berlubang meski tidak sakit tetap sebaiknya diperiksa oleh dokter gigi. Tidak adanya rasa sakit belum tentu berarti kerusakannya ringan atau tidak berkembang.
Di sisi lain, tidak semua kondisi gigi berlubang otomatis harus ditambal dengan cara yang sama.
Dokter perlu melihat seberapa dalam kerusakannya, kondisi gigi yang tersisa, usia anak, risiko karies, serta apakah gigi tersebut masih perlu dipertahankan dalam beberapa waktu ke depan. Menurut CDC, gigi berlubang pada anak yang tidak ditangani dapat menimbulkan rasa sakit dan infeksi, serta dapat mengganggu makan, berbicara, bermain, dan belajar.
Gigi berlubang atau karies terjadi ketika bakteri di dalam mulut menghasilkan asam yang perlahan merusak struktur gigi. Pada tahap tertentu, kerusakan mungkin masih berada di bagian luar gigi sehingga anak belum merasakan nyeri.
Rasa sakit atau ngilu lebih mungkin muncul ketika kerusakan sudah berkembang lebih dalam dan mendekati jaringan yang lebih sensitif di dalam gigi. CDC menjelaskan bahwa rasa sakit dan sensitivitas dapat muncul ketika lubang semakin besar dan mendekati saraf gigi.
Itulah sebabnya anak bisa terlihat baik-baik saja meskipun secara visual sudah terdapat lubang. Jadi, tidak sakit bukan berarti tidak ada masalah.
Gigi susu masih digunakan anak untuk mengunyah dan membantu fungsi mulut selama masa pertumbuhan. Kehilangan beberapa gigi susu terlalu dini juga dapat mempengaruhi ruang yang tersedia untuk gigi permanen pada kondisi tertentu. American Dental Association menjelaskan bahwa gigi susu yang tanggal terlalu cepat dapat membuat gigi lain bergerak ke ruang kosong sehingga ruang untuk gigi permanen dapat berkurang.
CDC juga menegaskan bahwa anggapan “gigi susu akan tanggal juga, jadi lubangnya tidak masalah” adalah keliru. Karies pada anak dapat menyebabkan nyeri dan infeksi, bahkan infeksi tersebut dapat berdampak pada gigi permanen yang sedang berkembang di bawahnya. Karena itu, kondisi setiap gigi susu tetap perlu dinilai berdasarkan usia anak dan tahap perkembangan giginya.
Belum tentu setiap kasus membutuhkan tambalan, tetapi tetap perlu diperiksa.
Pilihan perawatan tergantung pada kondisi karies.
Pada kerusakan yang masih sangat awal dan belum membentuk lubang yang jelas, dokter mungkin mempertimbangkan pendekatan pencegahan atau non-restoratif untuk membantu menghentikan perkembangan karies.
Namun, jika sudah terdapat lubang dan struktur gigi telah rusak, perawatan restoratif seperti tambalan dapat menjadi salah satu pilihan. American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD) menekankan pentingnya intervensi tepat waktu pada karies anak. Penanganannya dapat meliputi pencegahan, aplikasi fluoride, pendekatan minimal invasif, maupun perawatan restoratif sesuai kebutuhan masing-masing anak.
Jadi keputusan bukan sekadar:
“Ada lubang = pasti ditambal.”
Dokter akan mempertimbangkan kondisi gigi secara keseluruhan terlebih dahulu.
Saat memeriksa gigi anak yang berlubang, dokter dapat mempertimbangkan beberapa hal, seperti ukuran dan kedalaman karies, apakah gigi masih bisa dipertahankan, kondisi jaringan di sekitarnya, usia anak, tahap pergantian gigi, serta kemampuan anak bekerja sama saat perawatan.
Pada kondisi tertentu, pemeriksaan radiografis atau rontgen dapat dipertimbangkan untuk membantu melihat kedalaman kerusakan atau bagian gigi yang tidak terlihat langsung. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter baru dapat menjelaskan apakah gigi cukup dipantau, membutuhkan tindakan pencegahan, perlu ditambal, atau memerlukan penanganan lain.
Lubang gigi dapat bertambah besar apabila proses karies terus berlangsung. Anak yang awalnya tidak mengeluh apa-apa kemudian dapat mengalami ngilu, sakit ketika mengunyah, atau rasa sakit yang muncul spontan.
Jika kerusakan mencapai bagian dalam gigi, infeksi atau abses juga dapat terjadi. CDC menjelaskan bahwa karies yang tidak ditangani dapat berkembang menjadi rasa sakit dan infeksi. Namun, bukan berarti setiap gigi berlubang pasti akan berkembang menjadi kondisi berat dalam waktu tertentu.
Kecepatan perkembangan karies berbeda pada setiap anak. Karena itu, pemeriksaan lebih berguna daripada mencoba memperkirakan sendiri seberapa parah lubangnya hanya dari ada atau tidaknya rasa sakit.
Kalau orang tua sudah melihat adanya lubang atau perubahan warna pada gigi, pemeriksaan dapat dilakukan meskipun anak belum mengeluh sakit. Perhatian lebih cepat diperlukan jika mulai muncul:
Jika pembengkakan wajah disertai kesulitan bernapas atau menelan, cari pertolongan medis segera.
Selain perawatan yang diberikan dokter, kebiasaan sehari-hari tetap sangat penting. Bantu anak menyikat gigi secara rutin menggunakan pasta gigi berfluoride sesuai usia dan kebutuhan. Batasi frekuensi makanan serta minuman tinggi gula, terutama jika dikonsumsi berulang kali sepanjang hari.
AAPD juga merekomendasikan pendekatan pencegahan pada anak dengan risiko karies, termasuk kebiasaan menyikat gigi dengan pasta gigi berfluoride, edukasi pola makan, pemeriksaan berkala, aplikasi fluoride topikal, dan tindakan lain sesuai risiko masing-masing anak.
Ya. Tidak sakit belum cukup untuk menentukan bahwa lubangnya aman atau tidak berkembang. Pemeriksaan membantu mengetahui seberapa jauh kerusakan dan apakah diperlukan perawatan.
Tidak selalu. Keputusan tergantung pada kedalaman karies, kondisi gigi, usia anak, waktu perkiraan gigi akan tanggal, risiko karies, serta hasil pemeriksaan dokter.
Tidak sebaiknya diputuskan sendiri. Pada sebagian kondisi dokter mungkin memilih pemantauan atau perawatan non-restoratif, sementara pada kondisi lain diperlukan tambalan atau tindakan lain.
Karies pada gigi susu yang tidak ditangani dapat menyebabkan infeksi, dan CDC menyebut infeksi tersebut dapat berdampak pada gigi permanen yang sedang berkembang di bawahnya.
Gigi anak berlubang tidak sakit bukan berarti otomatis aman untuk dibiarkan. Namun, adanya lubang juga tidak berarti anak pasti harus langsung menjalani jenis tindakan tertentu.
Yang penting adalah mengetahui seberapa jauh kerusakannya dan kondisi gigi secara keseluruhan. Pemeriksaan dokter gigi dapat membantu menentukan apakah gigi perlu dipantau, mendapatkan perawatan pencegahan, ditambal, atau memerlukan perawatan lain.
Untuk pemeriksaan gigi anak di GiO Dental Care, orang tua dapat menghubungi tim CS untuk mengetahui lokasi cabang, jadwal dokter, serta proses reservasi melalui WhatsApp Berikut.
Penilaian kondisi gigi dan rekomendasi perawatan dilakukan oleh dokter gigi setelah pemeriksaan langsung.
Blog Terbaru
Bau Mulut Tidak Hilang Meski Sudah Sikat Gigi, Kenapa?
Friday, 25 September 2026 - 15:37:51
Pipi Bengkak karena Sakit Gigi: Kapan Harus ke Dokter Gigi?
Wednesday, 23 September 2026 - 15:04:13
Sakit Gigi Menjalar ke Telinga: Apa Penyebabnya?
Monday, 21 September 2026 - 15:43:05
Pipi Bengkak karena Sakit Gigi, Kapan Harus Segera ke Dokter?
Friday, 18 September 2026 - 15:37:49
Tambalan Gigi Lepas: Apa yang Harus Dilakukan?
Wednesday, 16 September 2026 - 16:12:56
Konsultasikan dengan
Ahli Kami yang Terpercaya
Admin GIO Dental siap membantu memilihkan atau menjelaskan semua keluhan dan masalah gigimu.
Kami hadir di lokasi strategis untuk memastikan akses mudah ke perawatan gigi terbaik. Temukan cabang klinik kami terdekat dan nikmati layanan profesional untuk senyum sehat Anda.